Dampak Ruangan yang Lembab untuk Karpet
Dekorasi

4 Akibat Buruk Bagi Karpet Jika Berada di Ruangan yang Terlalu Lembab

Menjaga kelembaban udara dalam rumah merupakan hal yang wajib sebab udara yang terlalu kering tidak baik untuk pernafasan dan kulit. Namun jika ruangan terlalu lembab tidak baik juga untuk kesehatan bahkan berdampak buruk pada furniture yang anda miliki tak terkecuali karpet tile.

4 Dampak Ruangan yang Lembab untuk Karpet

Udara lembab yang terjadi dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan banyak sekali masalah. Mulai dari alat elektronik yang cepat rusak, furniture kayu cepat lapuk, besi-besi penyangga mulai berkarat, tembok berjamur, cat mengelupas, plafon berjamur karpet rusak, terpeleset, dan masih banyak lagi. Jika dibiarkan bisa menjadi masalah besar dikemudian hari. Dampak dari kelembaban udara berlebih ini bisa berakibat buruk pada karpet yang anda miliki, terutama jika karpet berbahan dasar dari serat alami seperti wol. Rusak merupakan ancaman pasti namun selain rusak ada beberapa hal wajib anda ketahui seperti berikut ini:

1. Mengurangi kenyamanan

Karpet dapat menyerap kelembaban dalam ruangan, namun jika ruangan terlalu lembab alhasil karpet akan menyerap melebihi daya tampungnya. Akibatnya permukaan karpet terasa dingin atau basah. Hal ini akan terasa sangat tidak nyaman jika ada orang yang duduk atau rebahan di atasnya.

2. Menjadi sarang penyakit

Karpet yang lembab jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya usaha perawatan atau perbaikan bisa menjadi sarang bakteri untuk berkembang. Kuman yang bersemayam dalam karpet senantiasa mengintai kesehatan Anda apalagi sistem imun mulai melemah. Jika beruntung mungkin anda hanya akan terkena penyakit ringan saja seperti gatal-gatal.

Namun tidak menutup kemungkinan juga karpet menjadi sarang bakteri berbahaya untuk berkumpul seperti E-coli yang bisa menyebabkan diare. Karpet tile yang lembab memudahkan kotoran untuk masuk dan terjebak di dalamnya akibatnya udara di sekitar karpet menjadi tidak sehat dan bisa menyebabkan penyakit pernapasan seperti ISPA dan pneumonia.

3. Tumbuh jamur dan lumut

Jamur dan lumut sangat menyukai tempat yang lembab, karpet yang berada pada area dengan kelembaban yang tinggi dan jarang mendapatkan perawatan seperti sering dijemur bisa menjadi tempat yang nyaman bagi jamur dan lumut untuk tumbuh dengan suburnya. Dalam skala kecil mungkin tidak akan terlihat namun jika dibiarkan terus menerus jamur ini bisa menginvasi seluruh bagian dari karpet tile. Adanya jamur dan lumut selain membuat karpet kotor dan tidak nyaman ketika dipakai juga mengurangi nilai estetika dari karpet itu sendiri. Banyak jamur yang muncul juga bisa merusak karpet karena spora dan akarnya.

4. Berbau tak sedap dan diserang kutu

Bau tak sedap yang muncul dari karpet biasanya berbau apek. Hal ini karena karpet tile berada dalam ruangan yang lembab lebih dari seminggu tanpa adanya usaha pengeringan. Nah jika dibiarkan terus menerus bisa memicu datangnya kutu-kutu untuk tinggal dan membuat sebuah perkampungan di dalam karpet. Akibatnya karpet semakin mengeluarkan bau tak sedap hingga busuk. Apabila kutu yang tinggal di dalam karpet masih sedikit sangat mudah untuk membersihkan nya, cukup dengan menggunakan penyedot debu kemudian dicuci dan dikeringkan. Namun jika sudah membentuk sebuah kota metropolitan dan menginvasi hampir seluruh bagain karpet sahabat sulit untuk menumpasnya.

Mungkin jika dilakukan perawatan sederhana seperti menyedot dan mencuci kutu-kutu besar akan hilang namun apa kabar dengan telur yang menempel pada serat karpet tile. Ukurannya yang kecil membautnya sulit dibersihkan dan tentu saja usaha yang dikeluarkan harus ekstra jika ingin karpet benar-benar bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *