Konstruksi

Begini Cara Membangun Dak Beton Anti Bocor

Istilah dak pada konstruksi dipakai sebagai rujukan pada bidang pembatas antara lantai bawah dengan lantai di atasnya. Pembatas atau dak ini bisa berupa tanah liat, kayu, maupun beton. Dak yang saat ini masih digunakan oleh kebanyakan masyarakat adalah dak kayu dan dak beton. Hal yang paling merisaukan dari adanya dak adalah kebocoran yang sulit ditandai sumber bocornya baik dak kayu maupun dak beton. Hal ini disebabkan karena dak bukanlah atap yang berfungsi untuk menutupi bagian rumah dari siraman hujan, melainkan sebagai lantai pada bagian atas bangunan. Kebocoran pada dak beton dapat menciptakan kebocoran pada bagian isi rumah lantai bawah secara acak dan menyebar. Penggunaan sika waterproofing untuk dak saja seringkali tidak membantu karena kerumitan pada desain rumah tersebut.

Pembuatan dak beton untuk menghindari kebocoran secara umum membutuhkan langkah-langkah sistematis yang terencana dan berurutan. Dak beton biasanya dibangun secara manual, walaupu ada juga produk pabrikasi. Karena itu kecermatan dan ketelitian menjadi kunci utama pembanguan ini agar kokoh dan bebas bocor. Umumnya pembangunan dak beton yang benar meliputi kekuatan agar kokoh menopang bangunan secara keseluruhan. Dak beton yang lemah justru akan menjadi penyebab keruntuhan bangunan. Pembangunan dak beton juga harus memperhatikan  unsur estetika demi keindahan bangunan secara umum. Di samping itu, dak beton yang dibangun harus cepat, sebab pembangunan yang lama akan menimbulkan kerapuhan dan keretakan sebagai penyebab utama kebocoran. Jangan sampai kebocoran ini merepotkan penghuni rumah dan sibuk memburu jasa waterproofing membrane bakar untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Tips Membangun Dak Beton Anti Bocor

Sebelum dak beton dibangun perhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan ini, mengingat membangun dak beton tidak semudah memasang lantai keramik. Berikut tips-nya.

1. Menghitung dimensi

Langkah pertama sebelum mempersiapkan pembangunan dak beton adalah menghitung dimensi dak. Perhitungan ini penting untuk menyediakan bahan bangunan yang diperlukan, seperti besi tulang, kerikil, pasir, dan semen. Gunakan besi secukupnya, penggunaan besi yang berlebihan justru akan membebani dak beton itu.

2. Ketebalan Dak Beton

Ketebalan dak beton yang dibangun umumnya 12 cm, meski ada pula yang 8 cm. Jangan ambil risiko dengan dalih penghematan dalam pembangunan dak beton mengingat keruntuhan dak berarti meruntuhkan bangunan seluruhnya. Ketebalan yang terlalu tipis juga rentan terhadap kebocoran, apalagi saat menghadapi musim penghujan. Jangan melulu mengandalkan sika waterproofing untuk dak, jika pembangunan yang anti bocor dapat dilakukan.

3. Bobot Isi Bangunan

Perhatikan rencana isi bangunan yang akan dilakukan pemilik bangunan, sebab isi bangunan yang terlalu berat akan membuat retak dak atau justru meruntuhkannya. Benda-benda berbobot super berat pada bangunan tentu akan membutuhkan ketebalan dak beton. Hal ini tentu berbeda dengan dak beton dengan bobot standar perumahan.

4. Pengadukan

Pengadukan harus benar-benar merata dan homogen pada semua matrial. Perhatikan komposisi matrial, hendaknya jangan terlalu encer atau kental. Jangan ada segresi dan butiran terpisah pada adukan tersebut, sebab hal ini akan mempengaruhi kualitas dan kekokohan dak beton.

5. Menyiram Air

Hindari pengeringan cepat pada dak beton dengan cara menyiram air atau menutupi kain basah pada bidang dak beton tersebut. Penting dipahami, bahwa pengeringan yang cepat pada dak beton akan membuat dak beton menjadi getas dan mudah retak.

6. Waterproofing

Langkah terakhir adalah melapisi dak beton dengan waterproof, bisa berupa cair atau membarane bakar. Disarankan menggunakan membrane bakar dengan menghubungi  jasa waterproofing membrane bakar. Cara ini dipandang lebih kuat menahan kebocoran bahkan hingga 15 tahun. Pengerjaannya memang sedikit rumit, tetapi kekuatannya tidak diragukan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *