Sejarah cermin
Dekorasi

Inilah Sejarah dan Perkembangan Cermin Seiring Zaman

Siapa yang tidak mengenal cermin? Hampir setiap hari barang ini digunakan oleh banyak orang. Baik itu dipakai sebagai spion kendaraan ataupun dipakai saat Anda hendak merias wajah. Keberadaan benda berbahan dasar kaca ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Maka tidak heran Anda bisa menemukan benda ini di berbagai jenis ruangan. Umumnya benda yang satu ini diletakkan di kamar mandi, ruang rias , kamar tidur dan lain sebagainya. Untuk membelinya pun sangat mudah. Anda bisa membelinya dengan berbagai ukuran dan harga yang beragam di toko ataupun di mall.

Untuk bisa sampai ke bentuk yang kita kenal saat ini, benda bersifat reflektif ini mengalami banyak perubahan. Namun, konsepnya sendiri sudah ada dari zaman Yunani. Anda mungkin mengingat kisah Narcissus yang begitu mengagumi bayangan dirinya yang tampan di permukaan air. Orang-orang pada masa itu memang sering menggunakan genangan air, danau atau sungai untuk melihat bayangan diri mereka. Dari sinilah konsep ini terus dikembangkan hingga menjadi bentuk yang sempurna.

Perkembangan Cermin Dari Waktu ke Waktu

Berikut ini adalah proses perkembangannya dari ribuan tahun lalu hingga kini:

6000 Sebelum Masehi

Setelah orang-orang cukup lama menggunakan permukaan air untuk melihat bayangan dirinya, akhirnya pada sekitar tahun 6000 SM cermin pertama ditemukan di Turki. Bentuknya pun bisa dibilang masih sangat sederhana. Benda ini terbuat dari kepingan batu seperti obsidian yang mengkilap atau kaca vulkanik yang sudah dipoles sehingga menghasilkan permukaan yang reflektif.

4000 Sebelum Masehi

Pada tahun 4000 SM di Mesopotamia dan Mesir ditemukan cermin yang terbuat dari tembaga yang dipoles. Lalu sekitar tahun 2000 SM di Amerika Tengah dan Selatan ditemukan lagi barang yang sama dengan bahan berbeda, yaitu terbuat dari batu yang dipoles. Di tahun yang sama, Cina juga berhasil membuat benda reflektif ini dari bahan perunggu.

Abad Pertama Masehi

Kaca reflektif berlapis logam baru muncul pada abad pertama Masehi di Sidon, Lebanon. Hal ini disebutkan oleh penulis Romawi, Pliny the Elder dalam ensiklopedinya yang berjudul Natural History. Sering berkembangnya ilmu pengetahuan, jenis lain dengan kaca cembung dan cekung ditemukan pada abad ke -10 oleh fisikawan Arab yang bernama Ibnu Sahl.

Abad Ke-16

Pada awal masa Renaissance, orang Eropa mulai menyempurnakan proses pembuatan cermin dengan melakukan metode pelapisan kaca dengan timah dan raksa. Hasil dari proses ini adalah kaca yang bisa memantulkan bayangan dengan baik. Namun sayangnya pada masa itu, kaca ini dinilai sebagai barang mewah sehingga harganya pun sangat mahal.

Tahun 1835

Seorang ahli kimia dari Jerman bernama Justus von Liebig menemukan cermin kaca pantul di tahun 1835 M. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara mengendapkan lapisan perak metalik pada kaca lewat reduksi kimia nitrat perak. Dengan melakukan proses pelapisan kaca dengan bahan yang memiliki sifat reflektif ini, maka benda ini pun bisa diproduksi secara masal dengan kualitas yang tinggi dan harga yang terjangkau. Sejak penemuan tersebut, benda reflektif ini tidak lagi menjadi barang mewah dan semua orang bisa dengan mudah membelinya.

Masa Modern

Di masa sekarang ini cermin sudah tidak lagi dilihat sebagai barang mewah. Akan tetapi, benda ini juga tetap bisa memperindah ruangan dengan desainnya yang beragam. Kini kaca reflektif ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang desainnya elegan sampai yang simpel. Bahkan Anda juga bisa dengan mudah membawa versi portabelnya yang kecil dan muat dimasukan ke dalam kantong ataupun tas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *