Fungsi dan Kegunaan Kabel Coaxial
Kelistrikan

Ternyata Ini Fungsi dan Kegunaan Kabel Coaxial

Kabel merupakan kawat penghubung hantaran listrik yang di dalamnya terdapat arus listrik muatan positif dan negatif. Tetapi kabel coaxial sama sekali bukan dirancang untuk penghantar listrik, melainkan penghantar transmisi. Seperti kita ketahui, lalu lintas transmisi dapat dialirkan dengan menggunakan gelombang radio maupun dengan menggunakan kabel. Nah, kabel coaxial inilah yang digunakan untuk menghubungkan transmisi frekwensi berpita lebar ke berbagai perangkat, seperti televisi, camera CCTV, maupun komputer.

Kabel coaxial atau kabel sesumbu pertama kali dibuat pada tahun 1921 dengan cara penggabungan dua buah kabel yang terisolasi. Kabel ini kemudian disempurnakan dan dibuat masal pada tahun 1941 oleh Labroratorium Bell yang kemudian terbentang luas di seluruh jaringan di Amerika bagian Timur. Sejak saat itu kabel coaxial cepat menyebar ke seluruh dunia sebagai penemuan kabel data yang dapat mentransmisikan frekwensi berbasis kabel.

Kabel ini disebut-sebut sebagai cikal bakal terciptanya kabel fiber optic yang berbasis cahaya itu. Meski kecepatannya lebih lambat daripada fiber optic, kabel coaxial memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh kabel serat optik maupun transmisi gelombang elektromagnetik. Keunggulan lainnya adalah harga kabel coaxial tergolong murah jika dibandingkan dengan kabel serat optik atau transmiter gelombang elektromagnetik. Contoh paling mudah untuk mengenali jenis kabel ini adalah dengan cara melihat langsung kabel antena TV.

Fungsi dan Kegunaan Kabel Coaxial

Meski terdengar asing, kabel jenis ini sebenarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada kabel antena televisi atau kabel kamera CCTV. Kabel unik ini digunakan sebagai penghantar transmisi karena kemampuannya dalam menghantarkan data, baik berupa suara maupun visual.

Secara umum, kabel ini trediri dari tiga bagian penting yakni konduktor utama yang dibungkus karet padat sebagai isolator, konduktor luar sebagai penetralisir gelombang elekromagnetik dari luar, dan karet pembungkus luar. Jika kabel ini mengalami cacat atau putus, maka kabel ini tidak dapat disambung begitu saja seperti halnya kabel audio atau kabel listrik. Diperlukan konektor tambahan atau terminal jika ingin menyambung kabel coaxial yang telah putus. Semua kerumitan ini didasari pada cara kerjanyanya yang berhubungan dengan data yang didapat dari gelombang elektromagnetik atau sinyal lain yang berhubunga dengan fungs dan kegunaannya sebagai berikut.

1. Antena TV

Antena TV jenis UHF, yang paling banyak digunakan, menggunakan kabel jenis coxial ini. Sebelumnya, kabel yang digunakan berupa kabel auido dengan pita pemisah untuk antena jenis VHF. Kabel coaxial jelas unggul dalam kualitas baik audio maupun visual dalam dunia pertelevisian dibandingkan dengan kabel audio pada umumnya. Meski tergolong lebih mahal, kabel ini tetap tak dapat digantikan dengan kabel audio lainnya, seperti pada kabel antena VHF.

2. Kamera CCTV

Kamera CCTV juga menggunakan kabel jenis coaxial ini agar terhubung ke terminal server. Kabel ini sengaja dipilih karena kemampuannya dalam menghantarkan transmisi data yang sangat baik dan cepat. Dibandingkan dengan transmisi gelombang elektromagnetik, kabel ini memiliki keunggulan yang sangat tinggi karena berbentuk kabel yang terhubung langsung tanpa gangguan udara atau cuaca.

3. Koneksi Komputer

Kabel coaxial secara terbatas dapat digunakan untuk pertukaran data pada jaringan komputer. Kecepatan pada kabel ini memang lebih rendah daripada kabel UTP, tetapi kabel coaxial handal dan kuat, termasuk kemampuannya dalam mereduksi gelombang elektromagnetik yang saat ini banyak berseliweran seperti pada sinyal operator selular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *